Home » Uncategorized » Tukang Becak Ini Diberangkatkan Naik Haji Oleh Jin
tukang becak naik haji
tukang becak naik haji

Tukang Becak Ini Diberangkatkan Naik Haji Oleh Jin

Editor: Tio Sianturi

Warga Rembang, Jawa Tengah tepatnya di desa Sumberejo, Pamotan akhir akhir ini di hebohkan dengan cerita Kasrin, seorang tukang becak yang konon katanya diberngkatkan haji oleh makhluk gaib atau Jin.

Kabar itu dibenarkan oleh Kasi penyelenggara Haji dan Umroh kantor kemenag Rembang, Shalehuddin. Bahwasannya kemenag Rembang tidak mengantongi nama Kasrin sebagai warga yang berangkat haji tahun ini. Saking penasarannya pihak Kemanag yang katanya Kasrin si tukang becak yang diberangkatkan Naik Haji oleh jin didatangi oleh kemenag.

Kabar Kasrin tukang becak naik haji dibantu oleh Makhluk Gaib ini berawal dari laporan salah satu tetangga Kasrin yang kebetulan berangkat Haji dan mengaku bertemu Kasrin yang sedang berada di Mekah untuk menunaikan Ibadah haji.

Berdasarkan penelusuran berbagai informasi yang kami dapat, Kasrin diberangkatkan haji oleh sesosok wanita yang bernama Bu Indi. Namun setelah keluarga Kasrin mencari sosok Bu Indi sampai sekarang tidak pernah di temukan. Padahal alamat Bu Indi yang diberikan Kasrin tertera dengan jelas Rumah Warna Hijau, persis dibelakang balai Desa Ngemplak, Lasem.

Kepada keluarganya itu Kasrin juga pernah mengatakan, Bu Indi adalah sosok wanita yang menjadi penumpang langganan becaknya. Bertahun-tahun ketika Bu Indi masih SMP hingga SMA Kasrin selalu mengantarnya dengan gratis. Kini Bu Indi sukses dan membalas budi Kasrin dengan memberangkatkan haji.
Namun terlepas dari fiktifnya sosok Bu Indi, hal yang membuat janggal dari cerita Kasrin kepada keluarganya adalah, seandainya benar ia didaftarkan haji oleh sosok Bu Indi sejak 2007 lalu, seharusnya nama Kasrin tertera di daftar jamaah haji di Kemenag Rembang. Tetapi tidak, Kemenag justru terheran dan penasaran dengan sosok Kasrin yang sebenarnya.

tukang becak naik haji (2)

Untuk itu Kemenag masih menunggu kepulangan jamaah haji dari Rembang yang dijadwalkan pada Oktober mendatang. Sebab sama tidak masuk akalnya jika Kasrin berangkat haji dengan dibawa makhluk gaib sebagaimana kabar yang dipercayai tetangganya.

Istiqomah bercerita perihal ayahnya yang berangkat haji secara misterius. Bermula sekitar delapan bulan lalu sang ayah tiba-tiba menunjukkan sebuah copy surat tulisan tangan.

Surat tersebut menerangkan Kasrin telah didaftarkan berangkat haji oleh seseorang bernama Indi, beralamat di Desa Ngemplak, Lasem. Kepada keluarga, Kasrin mengatakan Indi adalah pelanggan setianya selama ia menarik becak sejak 21 tahun terakhir.

“Diterangkan, bahwa bapak sudah didaftarkan haji pada 2007 lalu, dan akan berangkat pada tahun 2016,” terang Istiqomah.

Saat ditanya soal paspor, visa dan kelengkapan lainnya, kala itu Kasrin bilang semuanya telah diurus oleh Indi. “Bapak hanya bilang, kabeh wes ono seng ngurus (Semua sudah ada yang mengurus, red),” ucapnya.

Lantaran penasaran, Siti Rokhanah (36), anak sulung Kasrin, sekitar dua bulan lalu mendatangi Kantor Kemenag Rembang untuk mencari tahu apakah bapaknya terdaftar sebagai calon jemaah haji. Hasilnya, kata Siti, nama ayahnya tak termasuk 791 calon jemaah haji yang akan berangkat.

Usai dari Kantor Kemenag, Siti menanyakan perihal keberangkatan ke tanah suci kepada Kasrin.

“Saat saya tanya begitu, bapak hanya ngendikan (bilang, red) mbok ikhlasne bapak budal ora mbok ikhlasne ya tetep budal (Kalian ikhlaskan bapak berangkat tak kalian ikhlaskan bapak juga tetap berangkat, red),” tuturnya.

Mendengar jawaban Kasrin, Siti dan saudara lainnya meminta ayahnya mempertemukan Indi dengan pihak keluarga. Permintaan itu ditolak Kasrin.

Istiqomah, menunjukan surat dari Indi yang memohon izin mengajak ayahnya naik haji

Istiqomah, menunjukan surat dari Indi yang memohon izin mengajak ayahnya naik haji

“Bapak hanya bilang, sampai kiamat pun kalian tidak akan tahu, yang tahu sosok Bu Indi itu hanya bapak,” ucap dia.

Beberapa saat jelang keberangkatan pada Selasa (23/8/2016) malam, Kasrin berpamitan kepada saudara dan para tetangga. Saat keberangkatan Kasrin diantarkan beramai-ramai menuju Masjid Jami Lasem.

Di masjid tersebut, rombongan haji dari Kecamatan Lasem, ditemani para pengantar, telah berjubel menunggu keberangkatan bus yang ditumpangi menuju Asrama Haji Donohudan, Boyolali. Saat itu Kasrin tak mengenakan seragam sebagaimana jemaah haji lain. Ia hanya mengenakan baju koko warna putih, celana dan peci berwarna hitam.

Beberapa saat usai tiba di Masjid Jami Lasem, Kasrin yang kala itu dikerumuni para pengantar berpamitan membeli rokok, namun tak kunjung kembali. Tak lama kemudian anak bungsu Kasrin, Istiqomah, telah melihat ayahnya berada di atas bus rombongan haji asal Kecamatan Sarang yang melaju dari arah timur.

“Bapak tersenyum dan dada-dada kepada saya, tapi yang lain tak melihat,” tuturnya.

Kala itu tas yang disiapkan untuk baju ganti dan keperluan Kasrin lain juga tak dibawa. “Tasnya kan saya yang bawa, masih, ditinggal begitu saja,” sambung Istiqomah.

Keanehan lain muncul keesokan harinya, saat siang itu Kasrin menelepon keluarga mengabarkan bahwa ia telah berada di dalam pesawat, terbang menuju tanah suci bersama anggota jemaah haji lain.

“Saya dengan suara bahwa ada pramugari menawari makan siang, padahal seharusnya kalau pesawat sudah terbang kan bisa telepon-teleponan,” ucapnya.

Saat sampai di tanah suci, Kasrin masih rajin menghubungi keluarga, memberi kabar tentang keberadaannya.

“Terakhir telepon tiga hari lalu, usai makan siang. Katanya di sana ia juga berada di pemondokan (maktab) bersama dengan jemaah haji asal Sarang,” sambung Istiqomah.

Selama kepergian Kasrin, keluarga setiap malam menggelar pengajian untuk mendoakan agar yang bersangkutan diberi kelancaran dan selamat sampai kembali pulang.

Kepala Kantor Kemenag Rembang, Atho’illah, mengatakan pada tahun ini terdapat 791 anggota jemaah haji yang terdaftar di Kantor Kemenag Rembang. Dari jumlah tersebut, menurut dia, tak terdapat nama Kasrin. Ia memastikan Kasrin tak berangkat haji melalui pendaftaran di Kantor Kemenag setempat.

“Ditanya beliau berangkatnya bagaimana, saya juga belum bisa menjawab. Yang jelas, dari 791 daftar jamaah di sini, tak ada nama beliau,” kata Atho’illah kepada Tribun Jateng, Senin (12/9/2016).

Disinggung apakah ada kemungkinan Kasrin berangkat dengan mendaftar melalui Kantor Kemenang di wilayah lain, Atho’illah juga tak dapat memastikan. Apakah Kasrin termasuk rombongan jemaah haji ilegal yang saat ini sedang ramai diperbincangkan, juga tak dapat dipastikan. “Kalau mendengar cerita yang beredar, sepertinya ini di luar logika,” ucap Atho’illah.

Untuk memasuki pesawat terbang bersama calon jemaah haji lain, seseorang harus menunjukkan paspor, visa, dan persyaratan lain yang telah ditentukan. Kecil kemungkinan Kasrin terbang satu pesawat dengan calon jemaah haji lain asal Rembang. “Logikanya seperti itu, tapi kan belum dapat dipastikan dikonfirmasi langsung ke beliaunya,” tuturnya.

Menurut Atho’illah untuk menelusuri dan meluruskan cerita-cerita yang saat ini ramai diperbincangkan, pihaknya akan mendatangi kediaman Kasrin, setelah yang bersangkutan pulang dari tanah suci.

“Ya nanti kalau beliau sudah pulang, kembali ke rumah, kami akan menemui beliau, mendengar langsung cerita dari beliau seperti apa,” imbuh dia.

Siapa Ibu Indi ?

Konon Kasrin tidak mengenakan pakaian seragam jemaah haji Rembang dan sudah didaftarkan sejak 2007 oleh Bu Indi. Tetapi siapa Bu Indi ini ?

Semula keluarga Kasrin yaitu Istiqomah (32) menyebut Kasrin diberangkatkan haji oleh Indi. Yaitu pelanggan becak Kasrin sejak SMP dan SMA yang sekarang sukses. Selama puluhan tahun Kasrin tak pernah mau terima bayaran atau ongkos dari Bu Indi.

Maka diduga Indi ingin balas budi dengan acara diam-diam memberangkatkan haji si Kasrin yang biasa mangkal di Masjid Jami Lasem Kabupaten Rembang Jateng. Berdasar kesaksian Istiqomah, bahwa Kasrin sering menyebut nama Bu Indi. Kasrin sering didatangi orang untuk berobat.

“Sering ada orang datang ke sini untuk berobat. Yang mengobati ya bapak atas petunjuk dan bantuan bu Indi,” kata Istiqomah kepada Tribun Jateng yang mengunjungi rumah Kasrin di Rembang, 12 September 2016.

Diceritakan, jika ada pasien datang biasanya Kasrin kemudian berkomunikasi dengan bu Indi. Selanjutnya, pasien diminta menyediakan sebotol air mineral. “Air itu kemudian didoakan dan didiamkan selama sekitar 15 menit di dalam kamar oleh bapak, terus diminumkan ke orang yang sakit, Alhamdulillah banyak juga yang sembuh,” cerita Istiqomah.

Anak sulung Kasrin, Siti Rokhanah (36), mengatakan, dalam keseharian tak ada sesuatu yang tampak aneh pada sosok ayahnya. Kasrin setiap hari berangkat bekerja ke Lasem dari rumahnya pada sekitar pukul 05.00.

“Pergi – pulang kerja naik bus, jadi becaknya bapak ditinggal di rumah adik yang ada di Lasem,” ucap dia.

Terkadang, sambung Siti, Kasrin pulang bersama-sama dengan dirinya, yang bekerja di sebuah warung makan di Lasem.

“Jam tiga-an kadang bapak mampir ke warung, ngajak pulang bareng,” sambungnya.

Ia menegaskan, saat ini pihak keluarga tak lagi begitu ambil pusing mengenai cerita-cerita yang beredar mengenai Kasrin. Menurut dia, keluarga hanya berharap dan berdoa semoga Kasrin bisa lancar beribadah dan pulang selamat. Kemenag Rembang juga menunggu kepulangan Kasrin, jika memang benar dia berangkat haji.

Indi Bangsa Jin ?

Tim Gaib MITOS yang coba menerawang dari Makassar ke Rembang mencari tahu siapa Ibu Indi ini sebenarnya, belum bisa tembus. Sangat mungkin Kasrin berangkat haji ke Mekkah bersama Indi. Dan bila hal ini benar-benar terjadi, bahwa Kasrin naik haji bersama Indi, maka sangat mungkin Indi ini adalah bangsa jin beragama Islam yang selama ini menjadi sahabat Kasrin. darna

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*