Home » Peristiwa » Serangan Hacker Terbesar yang Pernah Terjadi di Dunia
serangan hacker terbesar

Serangan Hacker Terbesar yang Pernah Terjadi di Dunia

Editor: Aryo Wibowo

Semenjak internet sudah di pergunakan di mana-mana, sejak saat itulah para jenius bidang teknologi komputer atau internet mulai banyak bermunculan. Ada sebagian dari mereka yang berada di pihak positif ada yang dari mereka berada di sisi gelap sebagai peretas (Cracker).

Berikut ini lah peristiwa serangan hacker terbesar yang pernah terjadi di dunia:

1. Serangan hacker untuk mendukung “Occupy Central” di Hongkong

Sasaran dari serangan hacker ini adalah situs Apple Daily dan PopVote, dimana dua organisasi ini sebagai pendukung utama dari Occupy Central yang pro demokrasi. Akibat dari serangan hacker ini hampir kedua situs tersebut tidak berfungsi sama sekali akibat serangan DDos level tinggi.

2. Serangan Hacker Peretasan Sony 2014

Sasaran/korban: Sony Pictures Entertainment (termasuk para karyawannya).
Kerugian: Belum ada perhitungan secara finansial.
Dampak lain: Data-data karyawan, termasuk gaji dan e-mail mereka, juga film-film Sony, berhasil digaet kelompok peretas.
Pelaku: Kelompok bernama Guardians of Peace (intelijen AS menuduh itu pihak Korea Utara, tapi Korut membantahnya).

Dalam aksi ini, tuntutan para peretas tegas, yaitu dibatalkannya rencana rilis The Interview, film yang intinya memuat plot pembunuhan terhadap pemimpin Korut Kim Jong-un. Hal ini pulalah yang mendorong kecurigaan pihak AS terhadap Korut.

 

3. Serangan Hacker terbesar ke 3 adalah Peretasan Target

Sasaran/korban: Perusahaan ritel Target.
Kerugian: US$148 juta plus penurunan laba 46 persen (total kerugian Target), dan US$200 juta kerugian lembaga keuangan.
Dampak lain: 1-3 juta kartu kredit berhasil dicuri peretas, yang bernilai US$53,7 juta.
Pelaku: Belum diketahui.

Ini merupakan salah satu, sekaligus yang terbesar dari serangkaian peretasan bernilai besar tahun 2014. Sebelum Target, sebelumnya juga ada Home Depot dan beberapa perusahaan ritel lain yang diserang. Dalam kasus Target, sekitar 110 juta akun disebut diretas, yang berisikan nama, alamat, nomor telepon, e-mail, hingga data kartu kredit pelanggan. Usai kejadian itu, Target coba meng-upgrade teknologi mereka dengan biaya US$61 juta, meski dinilai sudah terlambat.

 

4. Peretasan Sony Tahun 2011

Sasaran/korban: Sony Playstation Network/Sony Online Entertainment.
Kerugian: Dicurinya data 77 juta orang (termasuk kartu kredit), plus 24,6 juta pengguna pada peretasan kedua.
Dampak lain: Sony harus membangun kembali kepercayaan pelanggannya gara-gara kasus ini.
Pelaku: Anonymous (dugaan pihak Sony, tapi Anonymous membantahnya).

Pada tiga hari sepanjang 17-19 April 2011, sistem online Sony berhasil ditembus para peretas. Data pribadi dari sebanyak 77 juta orang pun berhasil ditarik peretas. Tak cukup di situ, selang beberapa hari kemudian, data sekitar 24,6 juta pengguna di Sony Online Entertainment kembali diretas. Akibt serangan itu, Sony harus mematikan total sistem online-nya untuk memperbaiki, sembari coba meraih kepercayaan pelanggannya lagi.

 

5. Peretasan Heartland Payment Systems

Sasaran/korban: Heartland Payment Systems.
Kerugian: Dicuri dan dipakainya data 130 juta kartu kredit (tak ada perhitungan finansial).
Dampak lain: –
Pelaku: Albert Gonzalez dan dua orang Rusia.

Saat itu, tepatnya 2008, Heartland Payment Systems adalah salah satu perusahaan pembayaran debit dan kartu kredit terbesar dunia. Uniknya, Albert Gonzalez sang pelaku adalah juga peretas TJX beberapa tahun sebelumnya, yang kali ini melakukannya tepat sebelum ditangkap pada Mei 2008. Dua rekannya asal Rusia sampai kini tak diketahui identitasnya.

 

6. Seorang Remaja “Menguliti” NASA dan Dephan AS

Sasaran/korban: NASA dan Dephan AS.
Kerugian: Dicurinya sejumlah besar data dan software dari NASA dan Dephan AS (tak ada hitungan finansial).
Dampak lain: –
Pelaku: Jonathan James.

Ini adalah sebuah peretasan mencengangkan yang dilakukan seorang remaja usia 15 tahun, yang bernama Jonathan James, pada tahun 1999 lalu. Meretas 13 komputer NASA di Pusat Penerbangan Marshall, dia lantas berlanjut memasuki sistem Defense Threat Reduction Agency Dephan AS dan berhasil mencuri puluhan password serta 3.300 pesan rahasia.

 

7. Serangan “MafiaBoy” Lumpuhkan Internet

Sasaran/korban: Sejumlah besar situs universitas dan situs-situs besar lainnya.
Kerugian: Belum ada perhitungan secara finansial.
Dampak lain: Tak berfungsinya situs-situs besar dengan ratusan juta pengguna.
Pelaku: Michael Calce alias MafiaBoy.

Yang mebuat peretasan di era awal internet ini terutama menjadi sorotan adalah sosok Calce yang saat itu juga baru berumur 15 tahun. Korbannya tidak saja kampus-kampus besar, tetapi juga situs-situs hebat seperti Amazon, CNN, Dell, E*Trade, eBay dan Yahoo! yang dibuat sama sekali tak berkutik olehnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*