Home » Penemuan » Penemuan Benua Baru yang Pernah di Anggap Hilang

Penemuan Benua Baru yang Pernah di Anggap Hilang

Editor: Aryo Wibowo

Beberapa ilmuwan telah mengklaim menemukan benua baru yang konon katanya pernah hilang, penemuan benua baru tersebut berada di antara Madagaskar dan India.

Letaknya yang tersembunyi dibawah negara kepulauan Mauritius, Afrika Timur ini mempunyai bukti-bukti kuat yaitu kumpulan kristal yang ditemukan di daratan Mauritius. Kristal-kristal tersebut di duga berasal dari letusan gunung berapi yang berusia miliaran tahun lebih tua dari pulau itu sendiri.

Karena itulah para ilmuwan menyimpulkan bahwa kristal-kristal tersebut merupakan sisa-sisa mikrokontinen kuno yang bernama Mauritia. Berdasarkan hasil penelitian di Universitas of the Witwatersrand Afrika Selatan, kemungkinan Mauritia penah jadi satu dengan pulau Madagaskar dan India.

Menurut laporan yang diterbitkan pekan ini dalam jurnal Nature Communications, ia merupakan potongan kerak yang tersisa dari pecahnya super-benua Laurasia dan Gondwana. Gondwana, adalah benua super yang eksis lebih dari 200 juta tahun yang lalu. Benua itu mengandung bebatuan yang berumur hingga 3,6 miliar tahun.

benua kuno

Berbagai peristiwa alam yang ekstrem membuat Gondwana terpecah sekitar 180 juta tahun lalu. Ia kemudian terbagi menjadi beberapa daratan besar yang saat ini dikenal sebagai Afrika, Amerika Selatan, Antartika, India, dan Australia.

Ketika Gondwana terpecah dan berpisah menjadi benua-benua tersebut, ada sisa-sisa dari daratan lama yang tertinggal. Nah, sisa-sisa bebatuan yang tertinggal itu kemudian terbungkus lava yang berjuta-juta tahun kemudian menjadi bagian dari apa yang sekarang kita kenal sebagai Pulau Mauritius.

Sisa-sisa itulah yang kemudian ditemukan tim peneliti yang dipimpin Lewis Ashwal dari University of Witwatersrand, Johannesburg. Ukurannya beragam dan tersebar di Samudera Hindia.

“Perpecahan benua super kuno Gondwana tidak terjadi secara sederhana. Tetapi lewat penyerpihan yang rumit dan menghasilkan kerak benua dalam berbagai ukuran berceceran pada cekungan Samudera Hindia yang berevolusi,” jelas Ashwal, dikutip CNN (3/2).

Lebih lanjut Ashwal mengatakan Mauritius merupakan pulau dengan tidak adanya bebatuan berumur lebih tua dari 9 juta tahun. Namun dengan mempelajari bebatuan di sana, ditemukan sebuah mineral kuno.

peta benua

Tim menganalisis kristal zirkon yang ditemukan di bebatuan yang dimuntahkan oleh lahar selama letusan gunung berapi. Mereka menyebutkan sisa-sisa mineral itu terlalu tua untuk diklaim sebagai milik Mauritius. Umurnya diperkirakan mencapai 3 miliar tahun.

Zirkon merupakan batu alam umum yang dapat hadir tanpa warna, atau berwarna kuning, merah, coklat, biru, dan hijau. Temuan ini cukup untuk membuat para peneliti yakin bahwa apa yang mereka temukan tersebut tidak datang dari bawah laut.

Zirkon biasanya terbentuk dari kandungan granit benua kuno yang pernah tersebar di permukaan bumi.

“Fakta bahwa kami telah menemukan zirkon setua itu membuktikan bahwa ada material kerak jauh lebih tua di bawah Mauritius yang hanya bisa berasal dari sebuah benua,” kata Ashwal.

Para peneliti mengatakan temuan ini menguatkan studi yang dilakukan pada tahun 2013 yang menemukan jejak zirkon berumur miliaran tahun di pasir pantai.

Saat itu kritikus mengatakan mineral bisa saja ditiup oleh angin, atau dibawa oleh para ilmuwan. Ashwal mengatakan fakta tim menemukan zirkon kuno di bebatuan memberi bantahan atas anggapan bahwa kristal tersebut terbawa karena tiupan angin, terbawa gelombang, atau zirkon yang terbentuk dari batu apung.

Temuan ini juga menjelaskan misteri mengapa beberapa bagian dari Samudera Hindia ditemukan memiliki medan gravitasi lebih kuat dari bagian yang lain. Hal ini terindikasi dari potensi kerak yang lebih tebal.

Mauritius adalah salah satu tempat dengan tarikan gravitasi yang kuat. Pada 2013, Lewis Ashwal dan rekan-rekannya sempat memperkirakan pulau vulkanik tersebut duduk di sepotong benua cekung kuno.

Saat ini, bukti-bukti peninggalan benua kuno semakin banyak ditemukan, termasuk di lepas pantai Australia Barat dan Islandia, tulis Alice Klein dari New Scientist (31/1).

Selain itu, ada beberapa bukti bahwa beberapa pulau vulkanis di Samudera Hindia, termasuk Cargados Carajos, Laccadive, dan Kepulauan Chagos, juga berdiri di bekas Mauritia.

Menurut Alan Collins dari University of Adelaide, Australia, penemuan sisa-sisa benua kuno itu dimungkinkan karena saat ini manusia semakin bisa mengeksplorasi laut dalam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*