Home » Penemuan » Penemuan Batu Berbentuk Kepala Singa

Penemuan Batu Berbentuk Kepala Singa

Editor: Tio Sianturi

Penemuan sebuah batu berbentuk kepala singa menghebohkan warga Dusun 4, Desa Bingin Jungut, Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan.  
Ornamen berbentuk kepala singa itu pertama kali ditemukan seorang warga bernama Sutarman. Batu itu terpendam di lahan milik Hamim (68).

Patung berukuran panjang 70 sentimeter dan lebar 16 sentimeter tersebut ditemukan tak jauh dari Sungai Musi pada Senin 10 September 2014 sekira pukul 10.00 WIB.

Setelah menemukan benda tersebut, Sutarman mengajak keluarga Hamim menyisir lokasi sekitar karena curiga ada benda serupa lainnya. Namun pencarian nihil.

Sutarman, Kamis 11 September 2014, mengatakan, dirinya sudah menghubungi Dinas Kebudayaan Musirawas untuk melakukan penelitian lebih lanjut.

Sementara itu, Hamim menerangkan, tanah tempat patung ditemukan tersebut baru dibelinya pada 2003. Lahan seluas hampir 1 hektare itu kini dijadikan usaha jual beli tanah timbunan. Soal penemuan benda purbakala, kata Hamim, ini baru pertama kali terjadi.

Dia pun mempersilakan kepada pemerintah daerah atau pihak balai arkeologi untuk melakukan ekskavasi. “Saya persilakan demi membangun desa dan untuk mengetahui lokasi ditemukannya benda cagar budaya. Belum ada niatan untuk menjual kembali,” ungkapnya

Sementara itu lokasi penemuan batu berkepala singa itu menjadi perhatian warga. Bahkan ada warga yang masih berusaha mencari benda purbakala lainnya di lokasi.

Deki, tetangga Hamim, mengatakan, dia bersama lima rekannya turun ke lapangan. Pencariannya membuahkan hasil, sebuah batu ukir ditemukannya. Namun dia belum bisa memastikan apakah batu itu bagian dari benda purbakala.

Sementara itu, Mantab, seorang tokoh masyarakat setempat, mengungkapkan, malam hari sebelum penemuan itu, keponakanya bermimpi memberikan air minum kepada seorang lelaki di lokasi yang sama dengan penemuan benda tersebut.

“Dalam mimpi itu, keponakan saya bertemu dua laki-laki yang kehausan. Setelah diberikan minum, tiba-tiba dua orang laki-laki itu berubah menjadi harimau. Saya meyakini bahwa harimau itu penunggu lokasi benda yang ditemukan,”ungkapnya

Karena itu, dia bersama tokoh masyarakat dan pemilik tanah mengadakan ritual selamatan.

“Ritual selamatan ini kami memotong ayam dan membuat nasi dari santan. Tujuannya untuk meminta selamat saja. Mudah-mudahan desa ini ke depannya baik-baik saja,” ujarnya.

Mantan menambahkan, desa tempatnya tinggal sejak lama dijuluki Tebing Candi. Warga menduga lokasi galian tanah tempat benda tersebut ditemukan dulunya dulu merupakan candi.

“Menurut cerita, pada abad VII lalu, agama Hindu membuat candi di wilayah ini. Kalau dilihat dari letak adanya sungai dan di dataran tinggi, kemungkinan memang ada. Tapi hal diperlukan penelitian,” cetusnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*