Home » Manusia » Orang TerTua yang Pernah Menjalani Operasi Transgender

Orang TerTua yang Pernah Menjalani Operasi Transgender

Editor: Tio Sianturi

James Rose yang berusia 81 tahun kini tercatat menjadi orang tertua yang pernah menjalani operasi transgender. Namun yang memicu bahan perdebatan adalah karena operasinya dibiayai oleh Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS).

Lembaga yang mengelola asuransi kesehatan dari dana pembayar pajak Inggris itu mengeluarkan 4.000 pounsterling atau sekitar Rp 78,6 juta untuk operasi James, yang kini mengganti namanya menjadi Ruth. Demikian dilansir dari laman RT, Minggu 12 Oktober 2014.

Banyak pihak mengritik keputusan NHS, yang dinilai tidak sepantasnya menghabiskan dana pembayar pajak untuk operasi ganti kelamin. Banyak masalah kesehatan yang lebih layak dijadikan prioritas oleh NHS.

“Kami memiliki empati yang besar bagi orang-orang dengan persoalan gender. Tapi kami memiliki simpati lebih bagi mereka dengan penyakit kronis yang selama ini tidak dibiayai NHS karena terlalu mahal,” kata Roger Goss, Wakil Direktur Kepedulian Pasien.

James, ayah dari tiga anak yang telah memiliki empat orang cucu, mengklaim bahwa dia merasa terperangkap dalam tubuh yang salah sejak usia sembilan tahun. “Banyak orang berpikir ini cuma kasus memotong kelamin, tapi ini lebih dari itu,” kata James.

Dia mengaku merasa hidupnya separuh sebagai pria dan separuh wanita saat menikah. Menurut James dokternya yang menyarankan dia melakukan operasi transgender, meyakinkan bahwa dia tidak terlalu tua untuk melakukannya.

“Saya pikir sudah terlambat melakukannya. Tapi dokter tidak akan melakukannya (operasi) jika mereka pikir saya tidak bisa melaluinya,” ucap James, yang menyebut tidak menjalani operasi penggantian kelamin secara penuh.

Dia mengaku tidak pantas jika dia meminta operasi pembuatan kelamin wanita. Menurutnya, operasi itu tidak terkait dengan keinginan dapat melakukan hubungan seksual, tapi hanya membuatnya merasa feminin.

James yang masih terlihat sehat dan bugar di usia 81 tahun, mengaku keluhannya saat ini adalah ukuran dada. “Saya berharap dapat memiliki dada lebih besar, tapi saya pikir itu tidak akan terjadi,” katanya.

sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*